fbpx
Audi Fristya | 25 Aug 2020

#RealStory Ep.7: Menjadi Champion Menurut Ananto Wibisono

Hi Alterrans,

Bulan Agustus memang identik dengan hari Kemerdekaan. Apakah kamu salah satu yang gemar mengikuti lomba-lomba tersebut? Sayang sekali mungkin 17 Agustus tahun ini agak berbeda, karena kita masih harus physical distancing. Tapi tidak apa-apa, squad #fightCovid19 sudah menyiapkan Alterra Class Meeting juga lho untuk mengobati kerinduan kamu akan lomba-lomba 17 Agustus. (hehe.. pesan sponsor dikit ya!)

Nah, berbicara soal lomba 17an, apa lomba yang pernah kamu ikuti? Apakah kamu pernah menjuarainya? Pas banget nih, di episode kali ini kita akan membicarakan value Champion bersama CEO kita, Mas Ananto Wibisono! Sudah siap membaca wawancara lengkapnya? Yuk, mulai!

________________________________________________________________________________________________________

Q: Menurut Mas Ananto, di tahap apa seseorang bisa dikatakan sebagai seorang champion?

A: Kalau apa yang gue percaya, Champion itu bukanlah tentang hasil atau tujuan akhir. Champion itu the way of life. Lo sekarang bisa menjadi Champion, tapi besok ya belum tentu. Bisa diibaratkan juga dengan tinju deh, biasanya ada peringkatnya. Champion tersebut akan ditantang oleh orang lain dari peringkat di bawahnya. Kalau Champion kalah, ya predikatnya akan dipindahkan. Mungkin yang tadinya Champion peringkat satu, jadi turun ke peringkat kedua. Begitu pun sebaliknya, yang peringkat kedua naik ke peringkat ke satu. 

Nah, jadi gimana caranya untuk lo mempertahankan title Champion. Tapi bukan berarti yang rankingnya di bawah enggak memiliki sifat Champion ya.. Jadi kalau ditanya tahap ya, di semua tahap kita itu bisa menjadi Champion pada dasarnya. 

Apakah kamu misalnya fresh graduates, atau kamu sudah bekerja selama 10 tahun. Ya bisa jadi, mereka yang fresh graduate lebih Champion dibanding yang sudah bekerja selama 10 tahun. Bahkan ya, lo bisa punya mental Champion even lo seorang intern, misalnya. Intern juga bisa jadi Champion, lho

Tapi mungkin grade Champion manager dan fresh grads ya itu mungkin yang berbeda. That is the truth. Champion yang coba gue jelaskan di sini adalah Champion yang general, bahwa lo harus menjadi orang yang punya mental Champion di mana pun lo berada. 

________________________________________________________________________________________________________

Q: Kalau seperti gitu, gimana cara menghadapi ketika kita sudah dirasa tidak lagi jadi Champion di mata orang? 

A: Gini, kalau lo menghadapi momen itu ya lo harus merefleksikan diri. Kalau lo bukan Champion lagi, ya probably you do not belong to wherever you are. Karena dalam pandangan gue ketika kita sudah bisa mengerjakan sesuatu, atau sudah diberikan tanggung jawab dalam sebuah role apapun itu, lo harus jadi Champion. That’s my definition di Alterra. 

Kalau lo merasa tidak menjadi Champion di posisi itu, ya mungkin lo harus find another role yang benar-benar fit sama lo. Aku sering bilang, kalau di Alterra atau bahkan posisi yang kamu tempati ya itu memang tidak untuk semua orang. Which is fine kalau memang lo tidak merasa nyaman untuk menjadi Champion di posisi itu. 

Tapi, kalau lo memang tidak menjadi Champion– at least that’s what i want in Alterra– ya… sayang banget! Makanya lo harus bisa menemukan role yang tepat. Misalnya coba sekarang tanyakan pada diri sendiri, apakah lo senang dan passionate dengan apa yang lo kerjakan? Kalau enggak ya sayang aja, sama saja seperti membuang-buang waktu. Jadi merefleksikan ke diri sendiri itu sangat penting. Kenapa ya gue enggak jadi Champion? Kenapa gue enggak se-passionate itu? What’s wrong? Mungkin gue enggak suka dengan pekerjaannya? Sekali lagi itu fine. Karena ya wajar merasa kadang role enggak cocok, atau lingkungan yang enggak cocok, bahkan sampai company-nya yang enggak cocok. 

Semua itu tidak apa-apa, kita harus menerima kenyataan itu. Champion itu mindset. Yang tahu kita Champion atau bukan ya itu diri kita sendiri. Jadi, di luar apa kata orang, kita yang harus memastikan kalau kita harus punya mindset Champion. 

________________________________________________________________________________________________________

Q: Gimana sih Mas cara menyebarkan mindset Champion, supaya semua Alterrans memiliki mental Champion? 

A: Gue dan i think ini juga hal yang Jeff–as my Co-Founder–juga punya mindset yang serupa. Some of you guys juga mungkin punya pikiran yang sama, bahwa kita hidup di dunia ini tuh punya purpose. Dan gue percaya purpose gue itu–bisa apapun itu ya–itu bisa kita raih. Gue percaya banget purpose itu bisa kita raih ya kalau kita punya mental Champion. 

Nah, jadi gue akan bilang sama orang-orang “Guys, lo itu hidup di dunia ini itu cuma sekali, kalau misalnya lo menyia-nyiakan, rugi banget.” Ada orang bilang, hidup di dunia ini sekali, tapi kalau hidup lo benar, sekali itu cukup. Dan gue merasa, hidup yang benar itu dengan lo menjadi Champion. Jadi lo itu harus aim-nya high, itu adalah sesuatu yang gue percaya bahwa di Alterra harus seperti itu. 

Jadi gimana cara menyebarkan mindset Champion? Gue lead by example. Gue selalu aims high and push very very hard. Gue selalu challenge orang, is that the best you can do? Bukannya kamu bisa lebih bagus lagi? Gue percaya dengan cara itu, sih. Ibaratnya gini, “Bro, gue as a CEO masih work very very hard. Masa lo enggak sih?.” 

I gave them examples. Hopefully a good example ya hehe

 

Itu dia wawancara lengkap kita bersama Mas Ananto Wibisono. Ingat ya sekelas CEO pun masih terus bekerja keras, lho. Kita pun harus bekerja maksimal untuk membantu mencapai tujuan Alterra. Untuk #RealStory berikutnya, tim KAMIS akan mewawancarai salah satu Champion di Alterra. Siapakah dia? Tunggu episode berikutnya!

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

#RealStory Ep.6: Ponco Wirawan dalam Berkolaborasi

Hi Alterrans, Kembali lagi di episode terbaru #RealStory, kalau episode sebelumnya tim KAMIS berbincang bersama Mas Ananto mengenai value Collaboration, kali ini kita berhasil mewawancarai Ponco Wirawan, yang menjabat sebagai Lead dari Tim Design Alterra. Yuk, simak gimana cerita Ponco soal kolaborasi!   Q: Ketika berkolaborasi tentu ada keinginan klien yang tidak sesuai dengan selera atau […]

Read More

#RealStory Ep.5: Ajakan Kolaborasi dari Sang CEO

Hi Alterrans, Menyambut bulan Agustus, tim KAMIS mau mengajak kamu untuk berbicara soal values Alterra yang bertajuk, Collaboration. Kolaborasi itu gimana sih? Value yang satu ini mungkin terdengar mudah, karena sehari-hari sudah kita lakukan. Tapi apa sih tujuannya? Bagaimana cara menanamkan lebih banyak kolaborasi pada kehidupan sehari-hari? Atau bagaimana cara berdiskusi dengan efektif dan produktif? Nah, kamu […]

Read More
×

How can we help you?

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar produk atau bisnis dengan Alterra, silakan isi form di bawah ini. Kami dengan senang hati akan menjawab dan membantu Anda.