Lalu Haryadi Guni

Rumah Kedua

Panggilan wawancara kerja itu kupenuhi. Setibanya di lokasi, aku sedikit bingung, karena yang kudapati adalah sebuah salon, padahal aku melamar sebagai tenaga IT. Daripada berdiam diri terlarut dalam kebingungan, kumasuki saja tempat itu dan bertanya kepada orang yang di dalam. “Permisi, benar ini kantor Sepulsa? Saya mau interview,” tanyaku kepada ibu yang ada didalamnya. “Oh, iya Mas, lewat pintu sebelah ya, terus turun.” Kemudian aku turun dan bertemu orang yang bertugas mewawancaraiku.

Singkat cerita, setelah lamaranku diterima, aku pun mulai hari pertama kerja. Dan seperti biasa, sebagai karyawan baru, aku tentunya berangkat lebih pagi, sekitar 15 menit lebih awal dari waktu efektif. Aku sedikit heran karena sekitar satu jam setelah jam efektif, baru 3 orang karyawan lainnya yang baru datang. Yang  lebih  mengejutkannya lagi, cuma aku seorang yang berpakaian rapi (kemeja, dan celana bahan).

(Foto: Pexels)

Sama halnya dengan jam masuknya yang terkesan sedikit siang, jam pulangnya pun demikian. Ketika jam kerja berakhir, ketika aku hendak pulang, terbesit dalam benakku untuk menundanya sebentar, karena karyawan lainnya belum ada yang bergegas untuk pulang. Kutunggu satu jam hingga dua jam, baru ada satu orang yang pulang. Demikian pula dengan hari-hari berikutnya, seakan seperti itulah jam pulang yang ada. Tak terasa setelah dua minggu bekerja disana, tanpa disadari kebiasaan karyawan lainnya ‘menular’ padaku, yaitu berangkat siang pulang ‘sedikit’ larut.

Sekarang kebiasaan itu kini menjadi sesuatu yang bisa diibaratkan sebuah siklus. Entah karena aku memang sudah terbiasa ‘mendekam’ di depan komputerku, atau memang sebuah hal yang menyenangkan untuk alam bawah sadarku. Mungkin ‘rumah kedua’-ku sedikit berbeda dengan kantor pada umumnya, kebiasaan kerja pun menurutku tidak sama. Namun, aku rasa rutinitas berbeda bukan berarti salah, terlebih setelah kucoba menjalaninya. Banyak kebiasaan baru yang sebenarnya lebih mendukungku untuk belajar dan berkarya di tempat kerjaku, yang lebih nyaman untuk kusebut rumah kedua.

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

Karimah Nurusysyabani

Memulai Karier Sebagai Software Engineer Melalui Full-stack Academy

Halo Alterrans dan semua pembaca! Tidak terasa, Alterra Academy (atau yang awalnya dipublikasikan sebagai Alphatech Academy) akan memasuki batch 4 untuk fullstack academy-nya. Artinya, lulusan dari batch 1 untuk full-stack academy sudah hampir merampungkan satu tahun kontrak kerja yang ditawarkan oleh Alterra. Pertanyaannya, gimana kehidupan berjalan selama hampir setahun ini? Menjadi seorang Software Engineer (SE) […]

Read More
Hendrik Rahardja

Tips Menjaga Semangat di Tempat Kerja

Hello guys, pertama-tama kenalin nama saya Hendrik, saat ini berasal dari perguruan Alterra. Di mana saat ini ditempatkan di tim ular cabang Sanca. Mungkin bagi yang sering mendengar tim ular-ularan termasuk sanca, nah itu dia deh. Tetapi bukan berarti saya menguasai jurus ular ya, tidak seperti itu juga. Untuk hari ini saya akan berbagi beberapa […]

Read More