Ghea Rianty

Yang Baru di Alterra, KAMIS: Ketika Alterrans Menulis!

Halo, Alterrans!

Kalau baca judul artikel ini yang mana ada kata “menulis” di dalamnya, sebagian dari teman-teman kemungkinan ada yang langsung mikir:

“Ah, bukan buat gue nih”

“Ah, nulis kan susah, gue nggak bisa.”

“Ah, gue bisanya desain, bukan nulis.”

“Ah, gue nggak punya pengalaman menarik buat ditulis.”

“Ah, gue takut salah nih.”

Hayo, ngacung yang kepikiran hal-hal di atas? Hehe.

Tenang aja, teman-teman. Jangan keburu takut, ya. Sebab, menulis itu bukan merupakan hal yang sulit, kok. šŸ™‚

Coba teman-teman diam sejenak, kemudian berkontemplasi. Setiap hari, teman-teman pastinya melakukan banyak aktivitas, dari mulai bangun sampai tidur lagi. Bekerja, bergaul, bersosialisasi, makan, minum, pergi ke tempat ini dan itu, bertemu hal atau orang baru, dan masih banyak lagi.Ā Selama teman-teman melakukan aktivitas itu semua, tentunya, teman-teman telah mendapatkan banyak hal, baik dalam bentuk pengalaman ataupun pengetahuan baru.

Nah, di sinilah, KAMIS atau Ketika Alterrans Menulis, hadir sebagai program sekaligus wadah atau media internal khusus bagi Alterrans untuk menyalurkan dan berbagi gagasan, opini, pengetahuan, hingga pengalamannya baik di dunia profesional ataupun personal, dalam bentuk tulisan.


Kenapa harus KAMIS?


1. Setiap gagasan & pengalaman kita berharga

Mungkin, banyak dari teman-teman yang kerap memiliki ide atau pengalaman, tapi hanya tertahan di pikiran, sampai akhirnya menguap, terus jadi lupa, deh. Nah, sebuah tulisan bisa jadi media yang baik bagi teman-teman untuk “bercocok-tanam” ide hingga pengalaman. Tulisan juga bisa menjadi akses pembuka jalan untuk berdialog atau berdiskusi dengan banyak orang agar menghasilkan ide lain yang lebih menarik lagi.

2. Menjadi salah satu wadah bagi Alterrans untuk berkontribusi lebih

Berkontribusi melalui pekerjaan, sudah pasti. Namun, dengan menulis, teman-teman juga bisa berkontribusi lebih, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi rekan kerja dan orang-orang lain di luar sana yang bisa jadi tercerahkan melalui tulisan yang sudah teman-teman buat.

3. Menulis bisa jadiĀ self healingĀ yang baik

Tidak semua hal dalam hidup selalu berjalan mulus. Setiap dari kita pasti memiliki masa-masaĀ ups and downs masing-masing. Nah, menurut Dr. Joyce Hocker, dikutip dariĀ psychologytoday.com,Ā “Writing it down will help you work through difficult times.”. Selain bercerita, menulis juga bisa menjadi terapiĀ self healingĀ sekaligus media untuk berkeluh kesah, lho.

4. Membangun personal branding

Personal branding adalah salah satu hal yang cukup penting dalam dunia profesional. Ketika teman-teman memiliki keahlian atau ketertarikan yang spesifik di suatu bidang, jangan ragu untuk menuangkan pengalaman hingga pengetahuan teman-teman dalam bentuk tulisan. Melalui tulisan inilah, apa, siapa, bagaimana pemikiran, dan juga citra diri teman-teman akan terbentuk dan bisa dikenal dalam skala yang jauh lebih luas.

Kebayang nggak sih, kalauĀ nama teman-teman di-googling,Ā yang muncul nggak cuma akun media sosial atau LinkedIn aja, tapi juga berbagai artikel menarikĀ  & bermanfaat buatan teman-teman sendiri? šŸ™‚


Terus, Gimana Sih Caranya Menulis?

Gampang, kok! Salah satu rekan kita, Technical Writer di Alterra, Muhammad Ariqy Raihan alias Rere, punya tips dan triknya buat Alterrans semua. Yuk, dibaca artikel Rere berikut ini:

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

Muhammad Ariqy Raihan

Menulis itu Sulit, Enggak, sih?

Pertanyaan ini cukup sering terucap dari teman-teman saya ketika berbicara tentang mengejawantahkan sebuah ide ke dalam tulisan. Bahkan, ada yang berpendapat kalau menulis itu pekerjaan hanya untuk mereka yang berbakat di sini. Tetapi, gais, sebenarnya tidak begitu. Betul, menulis bukan pekerjaan yang mudah. Tetapi, menulis juga bukanlah sebuah pekerjaan yang sulit. Bisa aja akan terasa […]

Read More
Aulia Rahmani

Memulai Data Driven Design, Nggak Sesusah Itu Kok!

Sebenernya data driven design ini nggak jauh-jauh dari proses Emphatize di design thinking dan Problem-Solution Fit di product thinking. Syarat utama data driven design apa dong? Jelas, adanya data sebelum kita mulai melakukan problem ā€” solution fit hingga akhirnya tercipta design sebagai solusi yang meaningful untuk user, meaningful untuk stakeholder, dan tentu saja meaningful untuk […]

Read More