Dwi Arianto

Pengalaman Magang hingga Jadi Karyawan Tetap di Alterra

Halo perkenalkan, nama saya Dwi Arianto. Sebelum sekarang jadi Content Writer dan menyandang status sebagai karyawan tetap di Alterra, dulunya saya adalah seorang yang sempat menjadi intern atau anak magang di Alterra, tepatnya di divisi Product & Digital Marketing. 

Alasan utama mengapa saya ingin bekerja magang di Alterra adalah karena saya ingin mencari pengalaman dalam bekerja. Kebetulan, saya memang tertarik di bidang tulis-menulis dan juga media sosial. Berangkat dari ketertarikan tersebut, beruntungnya, saya bisa mendapat kesempatan bergabung ke Tim Digital Marketing yang senjata utamanya adalah konten, sebab Content is King!

Sebelum magang di Alterra, saya sendiri belum memiliki jam terbang yang terbilang cukup dalam hal tulis-menulis. Ibaratnya, masih anak kemarin  sore banget. Beruntungnya lagi, tim Product & Digital Marketing, sama sekali nggak pelit ilmu. Saya belajar banyak banget hal selama magang, mulai dari mengenal lingkup kerja Digital Marketing, apa saja yang harus dilakukan, dioptimisasi, dan tools apa saja yang digunakan untuk menunjang dan mengukur pekerjaan yang saya lakukan. 

Suatu hal yang sangat berkesan dan nggak akan pernah saya lupakan bisa bekerja bersama tim yang asyik dan orang-orangnya juga baik. Selain itu, nggak pelit ilmu juga. Kalau saya bertanya hal yang saya nggak tahu tentang pekerjaan, respon teman-teman di tim juga cepat dan memberikan penjelasan yang sangat bisa dipahami.

Awal Mula Menjadi Intern di Alterra

Sebenarnya, alasan mengapa saya bisa bekerja magang di Alterra ini bukanlah suatu pilihan. Tetapi, awalnya saya memang mendapat tawaran dari kakak saya, Bondan, yang juga bekerja di Alterra. Saya pun tidak menyia-nyiakan hal tersebut dan segera submit CV, dengan modal nekat. 

Kenapa nekat? Sebab, saat itu saya memang tidak memiliki keahlian apapun di bidang Digital Marketing. Saya juga sangat buta dengan semua pekerjaan yang berkaitan dengan Digital Marketing. Namun, setelah interview dan mengerjakan serangkaian tes, akhirnya saya diberi kesempatan magang selama 3 bulan lebih dulu oleh Mbak Dita dan Mbak Ghea. 

Selama 3 bulan itu, saya menjalaninya dengan senang dan penuh semangat. Saya juga berusaha melahap ilmu serta menyelesaikan semua pekerjaan yang diberikan kepada saya. Dengan harapan, selain bisa dapat ilmu dan latihan, saya juga berharap bisa bergabung dengan tim Digital Marketing secara tetap ke depannya. Hehe. 

Internship Selesai, Waktunya Review

Saking banyaknya hal yang saya pelajari selama magang, nggak kerasa waktu sudah 3 bulan berjalan. Tiba saatnya saya mengalami salah satu detik-detik menegangkan dalam hidup: performance review. Review ini tentunya berkaitan dengan performa saya selama masa magang itu sendiri. Bagaimana pekerjaan saya, perkembangan skill, dan lain sebagainya.

Di awal, terkesan menegangkan memang, karena saya pun harap-harap cemas menanti nasib saya setelah internship berakhir. Namun, ternyata review-nya cukup menyenangkan dan membuka mata saya tentang diri saya sendiri. Saya jadi tahu di mana kekurangan dan kelebihan diri saya. Dari situlah saya jadi terus terpacu untuk mengasah skill dan belajar lebih banyak hal lagi yang memang menjadi ketertarikan saya. 

 Tanpa disangka, ternyata status saya dilanjutkan sebagai karyawan di Alterra dengan posisi sebagai Content Writer. Eits, tapi tidak langsung menjadi karyawan tetap ya. Sebab, saya masih harus menjalani masa probation dulu selama 3 bulan. Probation itu adalah masa di mana saya akan diuji lagi, baik dari sisi skill, pekerjaan, hingga personal development, selama 3 bulan sebelum menjadi karyawan tetap.

Kalau di masa internship, tantangannya adalah belajar banyak hal yang sebelumnya belum pernah saya ketahui, di masa probation, tantangannya lebih legit lagi. Sebab, saya mendapat tanggung jawab yang lebih banyak dan harus semakin menajamkan ilmu yang sudah saya dapatkan selama magang. 

Kerja Sambil Kuliah

Tiga bulan probation berakhir, di sinilah saya sekarang, menjadi karyawan tetap di Alterra sebagai Content Writer. Senang sekali rasanya, namun hal ini nggak lantas bikin saya jadi mudah berpuas diri. Sebab, menjadi karyawan tetap artinya semakin banyak pekerjaan dan pelajaran yang perlu saya dalami. Tujuannya tentu selain agar saya lebih grow, saya juga ingin memberikan value lebih melalui pekerjaan saya ke perusahaan.

Saat ini, saya juga berstatus sebagai mahasiswa di salah satu universitas swasta di Jakarta. Kebetulan, dulu saya sempat kuliah dengan bidang studi Ilmu Komunikasi. Namun, karena satu dan lain hal, kuliah saya terpaksa harus berhenti dalam waktu yang lama. Kini, saya bertekad untuk melanjutkan kembali kuliah saya yang sempat tertunda dengan harapan agar saya bisa mewujudkan mimpi-mimpi saya ke depannya.

Bagi saya, sangat senang rasanya bisa bergabung dan bekerja bersama orang-orang hebat yang ada di Alterra. Selain belajar banyak, saya juga sangat termotivasi untuk tumbuh. Buat saya yang kini bekerja sambil kuliah, Alterra adalah perusahaan yang cukup fleksibel dalam hal waktu. Buat saya, Alterra juga feels like home. Nggak cuma karena banyak fasilitas yang menurut saya TOP banget, tapi juga atmosfer dan orang-orangnya cukup menyenangkan dan kekeluargaan.

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

Aldi Kuswiryawan Dipasanta

Life at Alterra: The Good, The Bad & The Ugly

Retrospective setahun bersama Alterra Opinions are my own. Setahun bersama Alterra (sebelumnya Sepulsa), tidak sedikit hal yang terjadi. Namun apa yang akan saya tulis tidak akan mungkin mencakup semuanya, akan ada banyak hal yang terlewat. Ini hanyalah sekelumit kisah yang saya alami secara garis besar. Well, tanpa membuang waktu terlalu lama, mari kita mulai. The […]

Read More
Lalu Haryadi Guni

Rumah Kedua

Panggilan wawancara kerja itu kupenuhi. Setibanya di lokasi, aku sedikit bingung, karena yang kudapati adalah sebuah salon, padahal aku melamar sebagai tenaga IT. Daripada berdiam diri terlarut dalam kebingungan, kumasuki saja tempat itu dan bertanya kepada orang yang di dalam. “Permisi, benar ini kantor Sepulsa? Saya mau interview,” tanyaku kepada ibu yang ada didalamnya. “Oh, […]

Read More