Tegar Imansyah

Antara Komunitas & Pekerjaan: untuk Software Engineering yang Lebih Mudah

Sebagai seorang Software Developer, pernah nggak, kamu merasa stuck lalu menemukan jawabannya di stackoverflow? Atau, kamu pengen tau sesuatu dan ternyata ada yang share pengetahuannya di meet up atau grup Telegram komunitas?

Kalau pernah, selamat! Artinya, kamu sudah merasakan manfaat dari komunitas. Nah, di tulisan ini, aku juga akan share pandanganku tentang open knowledge.

Sebagai anggota dari Tim System Architect di Alterra, bagiku menyenangkan sekali rasanya bisa mendapat tantangan untuk memelajari berbagai jenis software dan metode supaya dapat diimplementasi secara optimal. Namun, di satu sisi, aku juga pernah merasa stuck pada sebuah masalah, nggak paham dengan konsep baru, sehingga aku perlu melihat tren terutama terkait solusi apa yang kira-kira bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Aku sampai berpikir: apakah mungkin kita bisa mengetahui banyak hal dalam waktu yang singkat? Wah, mungkin itu bakal bikin stres kalau dipelajari sendirian.

Namun, satu hal yang aku sadari, aku nggak sendirian, banyak juga orang yang mungkin mengalami hal serupa. Ada yang sedang menghadapi masalah, ada yang sudah menyelesaikannya, atau ada juga yang baru saja mengalami suatu masalah. Nah, mereka semua belajar bersama di komunitas, dan komunitas itu banyak!

Memang, apa sih yang didapat kalau kita aktif di komunitas?

Pernahkah kamu bertanya, kenapa bisa dunia teknologi berkembang secepat ini? Salah satu yang memungkinkan percepatan ini adalah karena adanya Open Source Initiative.

Biasanya, sebuah inisiatif dimulai dari seseorang yang mencoba membuat sebuah software yang menurutnya bermanfaat dan kemudian, ia membagikannya kepada sebuah komunitas. Nah, setelah itu, anggota komunitas yang tertarik dengan visi software tersebut biasanya akan mengajak diskusi, bertukar pikiran, bahkan ikut bekontribusi code untuk software tersebut.

Anggota lain yang baru belajar pun bisa melihat bagaimana developer lain membuat code yang rapi, efisien, dan mantainable. Begitu juga untuk anggota lain dari komunitas tersebut yang tidak terlalu tertarik untuk ikut ngoding namun suka dengan visi software tersebut. Mereka bisa turut berperan dengan cara membuatkan dokumentasi maupun translasi agar semakin banyak yang paham cara menggunakan dan cara berkontribusi ke software project tersebut.

Dari proses tersebut, pada akhirnya kita bisa menemukan software terkait dan sangat bermanfaat untuk diterapkan di Alterra supaya bisa meningkatkan produktivitas. Dari sana jugalah, bisa terbentuk sebuah inisiatif turunan yaitu Open Knowledge. Melalui inisiatif ini, kita dapat berbagi pengetahuan agar lebih bermanfaat bagi banyak orang yang memang membutuhkan.

Aktif di komunitas merupakan salah kegiatan volunteer yang bisa memberikan dampak besar. Jika memang kontribusi pengembangan open source itu dirasa sulit, maka kita bisa memulai dulu dengan aktif di lokal komunitas seperti forum Facebook maupun grup Telegram.

Mungkin, kamu tidak akan mendapatkan benefit dalam bentuk materi. Tetapi, kamu jelas akan mendapatkan networking yang luas dan nilainya bisa melebihi uang. Hal inilah yang selalu aku tekankan pada setiap kegiatan meet up, workshop, hingga konferensi.

Materi yang di bahas dalam tiap jenis kegiatan tersebut memang penting, tapi yang paling penting adalah bagaimana kamu bisa kenal dengan pembawa materi, peserta, bahkan penyelenggara. Bisa jadi kan, ke depannya, kamu bisa ikut diskusi tentang sebuah best practice atau bahkan ada sebuah kesempatan kolaborasi yang tak terduga setelah pertemuan atau networking ini.

Selain itu, pekerjaanmu di kantor juga bisa jadi lebih mudah karena kamu telah mendapat informasi best practice, tools atau ilmu tentang metode yang berhasil digunakan orang lain di tempatnya sendiri.

Diam Itu Emas, Namun Berbicara yang Baik Adalah Berlian!

Ya, demikianlah kata sebuah pepatah. Di dalam komunitas, aku sendiri ‘berperan’ sebagai silent reader. Harus diakui, sejauh yang aku perhatikan, banyak sekali anggota dari sebuah komunitas yang juga silent reader. Dengan menjadi silent reader, sebenarnya teman-teman sudah mendapat benefit berupa ilmu dari yang penanya dan yang menjawab. Tetapi, coba bayangkan jika di stackoverflow tidak ada lagi yang mau menjawab persoalan yang baru, atau tidak ada lagi yang mau submit bug issues di github.

Pada dasarnya, komunitas adalah kelompok yang perlu saling berinteraksi. Sebuah komunitas tidak akan sehat apabila tidak ada interaksi di dalamnya. Bagaimana jadinya jika yang biasa menjawab pertanyaan atau yang biasa berbagi ilmu tiba tiba banyak yang menghilang ditelan bumi? Kamu dan banyak lainnya bisa saja melanjutkannya tapi tidak terbiasa melakukannya.

Regenerasi itu penting. Seorang expert adalah orang yang bisa menjelaskan konsep rumit dengan cara yang sederhana. Tapi seorang expert suatu saat pasti juga akan pensiun. Jika kita tidak bersiap untuk menjadi bagian dari regenerasi itu, maka kita akan selalu menjadi mediocre. Sebaliknya, kalau siap, mungkin besok kamu adalah yang memegang kunci ke mana sebuah teknologi akan bergerak!

Bukan Linus, bukan Guido, bukan Evan You, bukan Yann LeCun, tapi kamu. Maka, ayo turut berkontribusi dengan cara speak up! 😀

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

Antonius Ananto Eko

Epilog Kegagalan

Demikian kalimat yang terlontar dari mulut Napoleon Bonaparte, menanggapi keraguan seorang jenderal atas rencananya yang dianggap tidak mungkin. Sejarah membuktikan bagaimana Napoleon berhasil mengukir sejarah sebagai manusia terkemuka di dunia dengan segala pencapaiannya. “Pencapaian” yang oleh orang lain dianggap tidak mungkin. Kita memang sering mengatakan tidak mungkin, ketika menghadapi sebuah masalah yang berat. Bahkan menganggapnya […]

Read More
Trimo Leksono

“Gue Nggak Mau Coaching!”

Apa yang terlintas pertama kali di pikiran kamu saat mendengar kata coaching? Nah, mungkin beberapa asumsi berikut ini akan terasa familiar: “Wadidaw, gue bakal dikeramasin nih :(“ “Gue harus siap-siap nih biar bisa survive dari hari itu.” “Kehidupan gue bahagia dan performance gue juga baik-baik saja, kok. Gue gak mau coaching!” Buat kebanyakan orang, coaching […]

Read More