Audi Fristya

Menjaga Kesehatan Jiwa dengan Terapi Menulis

Semua orang bisa menulis, betul. Tapi tak sedikit juga orang yang merasa kegiatan menulis adalah hal yang membosankan. Ada yang merasa tidak berbakat atau tidak memiliki ide untuk menulis, padahal kamu bisa menuangkan apapun dalam sebuah tulisan. Selain itu menulis pun merupakan kegiatan yang bisa dilatih, dengan seiring berjalannya waktu pasti tulisanmu akan semakin baik. Maka dari itu, menulis menjadi salah satu kegiatan yang harus dicoba oleh semua orang.

Mungkin kamu bertanya-tanya, memang kenapa sih harus menulis? Menulis itu banyak manfaatnya, khususnya untuk kesehatan jiwa. Satu penelitian di Amerika Serikat menyebutkan bahwa dengan kebiasaan menulis dapat menurunkan masalah kesehatan.

Beberapa penelitian lainnya menyebutkan bahwa kegiatan menulis bisa menurunkan tingkat stres, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menurunkan tekanan darah, memengaruhi mood, merasa lebih bahagia, meningkatkan tingkat produktivitas, dan mengurangi tanda depresi. Banyak sekali kan manfaatnya?

Kamu pasti juga berpikir dari mana koneksi menulis hingga akhirnya bisa menghasilkan begitu banyak manfaat pada tubuh. Banyak yang beranggapan bahwa ketika kamu menulis, perasaan dan emosi yang terpendam akan keluar dan muncul ke permukaan.

Sehingga perasaan-perasaan yang terpendam, akhirnya bisa dituangkan pada tulisan. Ada yang menyebutkan juga bahwa kebiasaan ini menjadi salah satu cara melepaskan ketegangan. Hal itulah yang membuat kegiatan menulis dijadikan salah satu bentuk terapi untuk kesehatan fisik dan mental.

Jadi, ketika kamu merasa sedang banyak masalah, ingin menumpahkan unek-unek tapi tidak tahu harus mencurahkan ke siapa, kamu bisa menuangkannya ke dalam tulisan. Bagi yang tak terbiasa dengan menulis, mungkin kamu merasa kebingungan harus mulai dari mana. Tapi bentuk terapi menulis itu dibagi ke dalam beberapa gaya tulisan. Kamu bisa memilih salah satunya saat ingin mencoba kegiatan ini. Apa saja gaya tulisannya? Simak lima poin di bawah ini!

Terapi menulis
(Foto: Pexels)
  1. Menulis gaya bebas

Menulis tanpa aturan mungkin jadi impian semua penulis. Bagi yang baru mencoba, kamu bisa mulai dari gaya tulisan yang satu ini. Menulis gaya bebas tanpa ada tekanan, aturan, atau apapun yang membatasi kreativitasmu. Dengan begitu kamu pasti lebih bisa bereksplorasi dengan isi dan pesan yang ingin kamu sampaikan.

Kamu bisa menulis perasaan, atau kejadian apapun yang kamu rasakan pada saat itu. Tak usah pikirkan mengenai ejaan, hingga tanda baca terlebih dahulu, jadikan momen ini untuk melegakan perasaanmu. Dijamin kamu pun akan merasa lebih tenang.

  1. Menulis gaya ekspresif

Terapi menulis juga bisa menjadi salah satu solusi menarik untuk kamu yang memiliki trauma pada masa lalu. Tulisan gaya yang satu ini memang tidak mudah untuk sebagian orang, karena memang membutuhkan keberanian yang tinggi.

Walaupun tulisan yang kamu buat tidak ditampilkan ke publik, tapi memang bisa dimengerti bahwa menuangkan pikiran tentang pengalaman emosional ke dalam sebuah tulisan pasti tidak mudah. Biasanya melalui tulisan gaya ekspresif, seorang individu bisa menggali lebih dalam mengenai sumber trauma dan sumber depresi yang ia alami.

Baca juga: Kenapa Content Marketing Penting untuk Bisnis?

  1. Menulis gaya buku harian

Memang masih zaman nulis diary? Jangan salah, menulis dengan gaya buku harian juga bisa jadi pilihan terapi yang akan memperbaiki kesehatan jiwa. Sepertinya, jenis tulisan yang satu ini pun bisa kamu coba dan lebih mudah diikuti.

Kunci dari menulis buku harian adalah konsistensi tentunya. Ingatlah untuk menulis setiap hari mumpung apa yang kamu alami masih tersimpan baik di dalam pikiran.

Dari kejadian yang kamu alami sehari-hari, kamu juga bisa menuliskan mengenai pelajaran apa yang bisa kamu dapat pada hari tersebut. Memiliki kebiasaan ini akan membuat pikiranmu lebih kritis. Buku harian juga bisa menjadi salah satu cara untuk lebih instrospeksi diri.

  1. Menulis gaya surat

Gaya menulis yang satu ini cocok untuk kamu yang masih ingin menyampaikan perasaan atau unek-unek kepada seseorang namun tidak bisa menyampaikannya. Simulasinya seperti kamu mengirimkan surat kepada orang tersebut tapi tidak perlu benar-benar dikirimkan.

Buat tulisan menyerupai sebuah surat. Tuangkan apa saja yang ingin kamu sampaikan pada orang tersebut melalui surat itu. Gaya tulisan yang satu ini, sama dengan gaya menulis bebas, akan menciptakan perasaan lega pada setiap penulisnya.

  1. Menulis gaya puisi

Ingin menyampaikan sesuatu tapi masih bingung? Mungkin kamu bisa menggunakan kata kiasan dan menyampaikannya dalam bentuk puisi. Kumpulkan puisi buatanmu, siapa tahu suatu hari puisimu bisa terkenal!

 

Sudah tahu kan sekarang? Mulai nulis, yuk!

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

Audi Fristya

Saatnya Coba Hemat Gaji untuk Siapkan Dana Darurat!

Alterrans, akhir bulan memang jadi minggu yang ditunggu-tunggu. Beberapa orang menunggu hari-hari “libur” sedikit karena kerjaan yang sudah selesai, atau memang karena tanggal gajian. Siapa juga yang tak senang mendapatkan gaji atas kerja keras yang telah dilakukan pada sebulan ke belakang. Tapi tak sedikit juga yang merasakan senang hanya dalam sekejap saja. Apakah kamu jadi […]

Read More
Audi Fristya

Ayo, Ikuti Kompetisi Menulis dan Dapatkan Hadiah Seru!

Halo, Alterrans! Hari ini akan ada informasi menarik yang sayang sekali untuk dilewatkan. Kamu mau mencoba menulis blog? Ini waktu yang tepat! Menulis bisa jadi salah satu aktivitas seru yang bisa kamu lakukan pada keseharian. Selain memang kamu akan menjadi lebih produktif, menulis juga bisa menjadi salah satu terapi untuk kesehatan jiwa, lho. Nah, kali ini Kamis mengadakan […]

Read More