fbpx
Audi Fristya | 24 Sep 2020

#RealStory Ep.9: Mengulik Integrity Bersama Sang CEO

Hi Alterrans,

Di bulan September ini kita akan membahas mengenai value Integrity. Jika dideskripsikan, mungkin value yang satu ini terbilang mudah. Tapi pada kenyataannya, belum tentu lho. Untuk itu, tim KAMIS kembali berbincang dengan CEO kita, Mas Ananto Wibisono. Simak yuk wawancara lengkapnya!

___________________________________________________________________________________________________

Q: Mas Ananto sebagai CEO dari Alterra, gimana cara Mas untuk menumbuhkan budaya transparan dan jujur pada tim yang Mas pimpin?

A: Sebenarnya gampang, ya gue ngasih contoh untuk selalu jujur. Gue nggak pernah bohong, atau paling tidak ketika gue nggak bisa mengatakan yang sejujurnya, gue akan memberitahukan terlebih dahulu “Guys, this is still confidential, this is something yang gue belum bisa share terlebih dahulu.” Gue juga akan dengan jelas menyebutkan alasannya kenapa. 

Jadi, gue akan mencoba untuk nggak menyebutkan omong kosong. Walaupun gue mencoba begitu, masih banyak orang yang salah mengartikan, padahal gue sudah berbicara jujur. Jadi masih aja ada orang yang menganggap gue keras lah, atau bahkan terlalu lembek. Makanya gue selalu bilang sama orang “Bro, gue itu selalu apa adanya. Apa yang gue bicarakan, ya biasanya itu sesuai dengan kejadian yang ada.” Kalaupun memang ada yang tidak bisa gue share, I will tell

Waktu itu gue sempat ada sesi sama salah satu tim, mereka banyak memberikan gue pertanyaan. Ada pertanyaan yang mungkin nggak bisa gue jawab, ya gue kasih alasan kenapa gue nggak bisa jawab. Kenapa? Karena pertanyaan tersebut menyangkut sesuatu yang kita masih pikirkan, dan belum kita lakukan. 

Bukannya gue nggak mau jujur, tapi gue memberitahukan gitu kalau memang ada hal-hal yang belum saatnya kita share, ya it doesn’t mean gue menjadi tidak jujur. Kembali ke pertanyaan lagi, cara gue menumbuhkan ya gue memberikan contoh. Gue mencoba jujur dan responsible. Kalau gue membuat sebuah kesalahan, then i must admit that i made a mistake. Integrity itu bukan sesuatu yang hanya di omongan saja, memang ini harus dilakukan. Orang lain yang akan melihat apakah yang kita itu pribadi yang memiliki integritas atau tidak. 

___________________________________________________________________________________________________

Q: Kalau Menurut Mas Ananto, gimana sih cara untuk menjadi orang berintegritas?

A: Harus punya mental yang teguh dan iman yang kuat hahaha…. Gue nggak mencoba untuk menjadi politikus, gue juga tidak mencoba untuk saving the world, jadi kalau dalam konteks Alterra, i think it’s easy

Kalau misal kita berbicara soal politikus, ya itu susah banget. Tapi kalau berbicara untuk menjadi orang yang berintegritas di Alterra itu ya gampang kok. Lo jujur, bertanggung jawab, berbicara apa adanya, terus lo mengingatkan misal ada yang macam-macam enggak sesuai aturan, itu saja kok. Even kalau lo tidak setuju dengan aturannya, ya tidak apa-apa, diskusikan saja. Boleh kok, tapi ya beneran harus dilihat apakah aturannya yang salah atau memang lo yang salah mengartikan aturannya. 

Of course gue juga nggak bilang, gue 100% orang yang baik. Gue juga merasa bahwa pasti banyak orang lain yang lebih baik daripada gue. Ya kita mencoba untuk menjadi the best version of ourselves. Its okay if you make a mistake, tapi ketika lo sadar lo melakukan kesalahan ya lo harus admit it, fix it kalau lo bisa, kalau nggak bisa, ask for help dan ya udah move on. Belajar dari kesalahan tersebut, sehingga lo tidak melakukan kesalahan yang sama lagi. Misalnya–for whatever reason– lo abuse your power. Anggaplah lo tidak sadar bahwa lo abuse your power. Tapi setelah lo sadar, ya belajarlah untuk tidak mengulanginya kembali. Nggak ada orang yang sempurna, kok. Semua orang pasti akan membuat kesalahan, tapi ketika lo punya integritas, lo akan menjadi orang yang selalu berusaha untuk menjadi lebih baik lagi. 

___________________________________________________________________________________________________

Q: Kalau Mas Ananto sendiri, pernah nggak sih menemukan keadaan di mana Mas susah untuk mempertahankan integritas? Gimana cara Mas Ananto menghadapinya?

A: Kalau aku bilang sekarang, aku sih belum pernah merasakan yang gimana banget. Again, yang gue utarakan adalah dalam lingkup in my entire life ya. Apakah gue pernah menyesali hal-hal yang gue lakukan in the past, karena gue rasa itu nggak bagus? Iya. Tapi gue juga nggak pernah yang kayak “Wah ini.. I need to do the right thing,” ya pada intinya gue sih selalu berpikir, gue akan selalu mencoba do the right thing. Tapi walaupun gue kadang-kadang memutuskan suatu hal yang setelahnya gue berpikir “Wah, kayaknya salah nih,” ya berarti gue harus belajar lagi, supaya gue make a better decision

Jadi kalau disambungkan dengan pertanyaan, apakah gue pernah? Jawaban gue mungkin ya tidak pernah. Karena gue selalu merasa bahwa, gue selalu mencoba melakukan hal yang benar. Tapi ya terkadang apa yang gue lakukan 10 tahun lalu yang gue percaya itu benar, ketika sampai di waktu sekarang, gue jadi merasa itu nggak benar. Maka dari itu gue selalu belajar kan. 

Tapi apakah gue pernah mengalami kesulitan memutuskan memilih pilihan antara benar dan salah, atau dua hal yang sangat kontradiktif harus gue pilih, gue sih rasanya selalu pilih yang benar ya hahaha. Gue nggak inget gue pernah pilih yang salah sih. Jadi gue so far selalu berhasil mempertahankan integritas gue, kecuali pilihannya nggak bener dua-duanya, mungkin gue bingung tuh pilihnya hahahah

Makanya sebenarnya integrity yang gue maksud itu sangat simpel. Kalau dibaca di key behaviours-nya sebenarnya itu berisikan hal-hal simpel kan. Ini gue sambil liatin pamflet yang gue tempel di samping monitor gue, nih. Yang pertama, berperilaku jujur dan menjunjung tinggi moralitas, bertanggung jawab atas semua perbuatan dan perkataannya, memperjuangkan hal yang benar bahkan dalam situasi yang sulit, hal yang benar ya dalam konteks company ya gampang kan? Hal yang benar ya jangan sampai lo menyalahgunakan posisi lo, mengambil data orang. Menghindari dan menolak secara tegas segala bentuk diskriminasi, gampang kok.

Meskipun sometimes orang bisa terbawa, misal, karena kita bercanda, kadang menjadi mendiskriminasi orang. Tapi kalau menemukan kejadian seperti ya admit kalau itu salah, dan belajar supaya tidak mengulanginya lagi. Yang terakhir, tidak menyalahgunakan kewenangan, data, informasi, dan/atau aset Alterra untuk kepentingan pribadi. Nah mungkin poin yang satu ini bagian enggak gampangnya karena kadang kita suka menggampangkan. Again, kalau dijabarkan seperti ini, gue dari tadi tidak membicarakan hal-hal yang terlalu tinggi, yang sehari-hari saja. Jadi sebenarnya semua itu gampang, kok. 

___________________________________________________________________________________________________

Q: Terakhir, apa yang Mas Ananto lakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan informasi? 

A: Gue nggak percaya sama orang, haha. Enggak sih, maksudnya gue pun enggak percaya sama diri gue sendiri untuk itu hahaha. Jadi artinya ya kita harus meminta orang lain untuk membuat SOP, policy, dan ada orang yang secara berkala “mengaudit” semua orang. Dan kalau misalnya nggak ada orang yang netral di sini, ya gue akan mendatangkan auditor dari luar sana, untuk mengaudit whatever we have right now. Dan kita secara teknikal harus make sure, bahwa platform yang kita punya harus selalu oke, SOP dan policy pun benar, jangan sampai ada celah untuk disalahgunakan sama orang. 

Karena, kalau kata bang Napi “Kejahatan bukan terjadi karena orangnya, tapi ada karena kesempatannya.” Menurut gue itu benar banget sih, jadi sebisa mungkin kita jangan memberikan celah. Make sure langsung kasih tahu bahwa enggak akan bisa lo mencuri data di sini, karena pasti akan langsung ketahuan. Harus kayak gitu sih, ya makanya gue bahkan tidak percaya dengan diri gue sendiri. Makanya, harus ada orang yang juga mengaudit gue. At least gue let my board of director untuk memastikan, ya gue benar juga. Makanya diaudit semua segala macam, jadi ini bukan hanya soal informasi ya, semuanya.

 

Nah itu dia wawancara lengkapnya. Apa yang kamu pelajari dari #RealStory episode ini? Semoga setiap episode #RealStory bisa menjadi pengingat sekaligus memotivasi kamu untuk terus menumbuhkan value Alterra sehari-hari ya. Akan ada satu episode lagi yang bercerita mengenai value Integrity, lho. Tunggu ya!

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

Grow & Beyond!

Every single person knows WHAT they do. Some people know HOW they do. But very few people know WHY they do what they do. This fact has been surprisingly always become a ‘wake-up call’ to me as a knowledge worker. I’ve been working in different companies with different industries and I figure out that WHY […]

Read More
Widya Darma Wirawan

Alterra adalah kita

Awal tahun 2020 adalah momen yang mengubah hidupku saat pertama kalinya aku ke Jakarta untuk bekerja di perusahaan Alterra. Pada bulan Januari, aku resmi bergabung menjadi bagian dari tim Technical Writer Alterra. Momen tersebut juga adalah awal dimana aku mendapatkan kesempatan untuk menekuni dua bidang yang aku sukai, yakni menulis dan bidang IT sekaligus. Tantangan […]

Read More
×

How can we help you?

Jika Anda memiliki pertanyaan seputar produk atau bisnis dengan Alterra, silakan isi form di bawah ini. Kami dengan senang hati akan menjawab dan membantu Anda.