Audi Fristya

Tahun baru, Awal Baru, Apa yang Harus Dilakukan?

Hi, Alterrans!

Pertama, tim KAMIS mau mengucapakan selamat tahun baru 2020. Semoga tahun ini, kita semua diberikan kemudahan untuk menjalani semuanya.

Bagaimana tahun barumu kemarin? Apa yang kamu lakukan untuk menghabiskan malam tahun baru? Mau bersama keluarga, pasangan, atau teman, pasti selalu ada cerita yang bisa dibagikan.

Adakah salah satu dari Alterrans yang mengalami kebanjiran di hari pertama tahun 2020? Memang ada yang berbeda di tahun ini. Kita disambut oleh curah hujan tinggi, yang akhirnya menyebabkan banjir dimana-mana.

Sebetulnya, ada dua hal yang bisa kita ambil dari kejadian tersebut. Hal yang pertama tentu selalu ada sisi positif dari semuanya. Banyak yang bilang bahwa hujan yang lebat merupakan pertanda berkah yang akan kita dapatkan di tahun 2020. Untuk hal tersebut, mari kita amin-kan saja? Amin…

Hal yang kedua, kejadian banjir yang dialami oleh banyak warga Jabodetabek mungkin menjadi salah satu cara untuk berkaca. Berkaca bahwa mungkin sudah saatnya kita memperbaiki diri, dan menjalani hidup dengan lebih teratur. Perubahan iklim memang di depan mata.

Banjir adalah bencana yang disebabkan oleh manusia. Memang bisa dicegah oleh berbagai kebijakan pemerintah, tapi jika tidak didukung oleh gaya hidup para warganya, tentu kebijakan pencegahan tersebut tidak akan dirasakan maksimal.

Kejadian banjir parah yang akhirnya harus dialami lagi, mungkin bisa dijadikan peringatan agar kita mulai bergerak untuk melakukan berbagai hal kecil yang bisa mencegah perubahan iklim tersebut.

Kalau tidak dimulai dari diri sendiri, tentu siapa lagi? Apa saja sih hal-hal kecil yang bisa dilakukan untuk mengurangi perubahan iklim? Berikut adalah rangkuman KAMIS. Simak ya!

(Foto: Pexels)

1. Kurangi penggunaan plastik

Plastik menjadi salah satu sampah yang paling banyak. Pengurangan penggunaan plastik memang sudah digalakkan. Hal ini karena pengelolaan sampah plastik yang memakan waktu lama.

Daerah Bali saja sudah melarang penggunaan plastik di keseluruhan area. Jika ingin mulai bergerak untuk merawat lingkungan, mulailah dengan mengurangi penggunaan plastik.

Kamu bisa membawa tas belanja sendiri ketika belanja bulanan. Selain itu, bawa juga tumblr ketika membeli kopi. Jangan gunakan plastik sekali pakai, yang hanya menambah sampah.

2. Ayo gunakan transportasi umum

Salah satu faktor yang membuat kadar udara di Jakarta memiliki level yang buruk adalah banyaknya kendaraan yang membuat polusi tebal setiap harinya. Untuk mendapatkan kadar udara yang lebih baik, ayo kurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Pemerintah kini sedang membuat infrastruktur untuk mendukung transportasi umum. Dari MRT, hingga bus Transjakarta, rute yang semakin banyak pun kini bisa jadi pilihan berkendara baru.

Selain itu, trotoar di banyak jalan pun dibuat lebih lebar. Pemerintah pun ingin memberikan fasilitas yang layak, agar warganya lebih banyak berjalan kaki. Selain mengurangi polusi, banyak jalan dan menggunakan transportasi umum juga bisa buat badan lebih sehat, lho.

3. Jangan buang sampah sembarangan

Hal ini mungkin jadi salah satu faktor yang paling berdampak terhadap banjir yang terjadi kemarin. Mungkin terdengar sederhana, tapi buang sampah sembarang memang memiliki dampak yang sangat besar.

Tersumbatnya aliran air, pada area sungai, kali, membuat proses pembuangan air menjadi tidak lancar. Hal inilah yang membuat akhirnya air meluap ke daratan.

Apakah kamu masih menjadi salah satu orang yang suka membuang sampah sembarang? Ayo mulai kurangi kebiasaan yang satu ini. Jika memang tidak memiliki tempat sampah, kamu bisa mengumpulkannya terlebih dahulu.

Kamu juga bisa mengakalinya dengan membawa kantung sampah sendiri. Kantung sampah tidak harus besar, kantung kecil saja. Jika kamu memiliki sampah, buang terlebih dahulu di kantung tersebut hingga akhirnya kamu akan membuang kantung sampah tersebut di tempat pembuangan.

Selain itu, jika kamu mengunjungi laut, jangan sampai meninggalkan sampah sedikit pun. Tidak hanya laut sih, jika kamu sedang berlibur dan mengunjungi berbagai tempat pariwasata, selalu ingat untuk membuang sampah pada tempatnya ya.

Seperti salah satu quote populer berikut ini;

 

“Take only pictures, leave only footprints.”

 

Ketiga hal tersebut bisa menjadi salah satu hal kecil yang bisa kamu mulai jadikan kebiasaan di tahun baru ini. Mulailah dari diri sendiri, hingga akhirnya kamu bisa memengaruhi orang di sekitarmu, untuk melakukan hal yang sama.

Tahun 2020 menjadi dekade baru yang harus dijalani. Mau tidak mau kita harus siap menghadapi semua tantangan yang ada pada tahun ini. Semoga kita semua bisa jadi pribadi yang lebih baik ya. Sekali lagi, selamat tahun baru!

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

Aryo Indrasmoro

Never Stop Innovating

Salah satu kunci kesuksesan suatu bisnis adalah berinovasi dalam menciptakan produk (product) baru, layanan (services) baru, atau pasar (markets) baru. Di era sekarang ini, perusahaan berbasis teknologi mengambil peluang dalam mendulang pundi-pundi keuntungan dan tidak pernah berhenti berinovasi. Bahkan, beberapa perusahaan tersebut telah menjelma menjadi perusahaan raksasa dunia. Apple mengubah cara memperoleh, mendengarkan dan berinteraksi […]

Read More
Audi Fristya

Ibu Menyusui, Ini Tips Berpakaian ke Kantor Agar Lebih Nyaman

Meninggalkan anak di rumah ketika masih menyusui bukanlah hal yang mudah. Tapi bagi para ibu yang berkarier, mau tidak mau, harus rela meninggalkan sang anak di rumah bersama pengasuh, atau keluarga lain yang menjaga demi tuntutan pekerjaan. Selain alat pumping dan kantung ASI yang harus kamu bawa ke kantor, tentu dari segi hal pakai ke […]

Read More