Idang Wahyuddin Septiawan

Masa Probation Seorang Introver

Perkenalkan namaku Idang Wahyuddin Septiawan, panggil saja Idang. Jangan tanyakan apa artinya Idang, aku sendiri tidak mengetahuinya dan terlalu malas untuk mengetahuinya, karena prinsipku nama hanya sebuah nama. Aku bergabung di Alterra pada tanggal 17 Juni 2019, tepat dua minggu setelah lebaran di tahun tersebut. Di hari itu, menurutku hari yang sangat mendebarkan. Hari dimana aku pindah ke tempat kerja yang baru, sebelumnya aku kerja di sebuah startup di Jogja.

Aku bergabung di Alterra sebagai Software Engineer (SE) di tim Anaconda. Oh ya, alasanku kenapa memutuskan bergabung sebagai SE adalah karena memang aku suka dalam hal analisa, problem solving dan permainan logika, ya memang hanya itu yang aku bisa sebenarnya. Di hari pertamaku aku diperkenalkan product yang akan aku kerjakan kedepannya, yaitu Sentinel. Sebuah dashboard untuk admin dari BPA. Sentinel menggunakan framework JavaScript Vue.Js.

Untuk seorang karyawan baru, akan ada masa probation selama tiga bulan. Menurut Developer Manager-ku, masa probation adalah masa di mana SE masih bisa tertawa menikmati hal-hal menyenangkan di Alterra. Dan sebenarnya hal itu tidak berlaku untukku, karena aku sendiri masih sangat baru memegang framework Vue.Js. Hari-hariku disibukkan dengan mempelajari sistem Sentinel, Vue.Js, dan sistem-sistem lain yang bersangkutan dengan, agar mudah di kemudian harinya.

Di bulan pertamaku masih terhitung normal, waktu untuk bekerja, belajar dan refreshing masih seimbang. Pada sprint pertama aku hanya mengerjakan task yang menurutku mudah. Sedangkan di sprint selanjutnya aku mengambil task yang lebih banyak agar aku bisa memahami sistem lebih cepat.

Akan tetapi ada beberapa kendala dalam pengerjaan task, yaitu pekerjaan yang terlalu melebar. Sehingga waktu pengerjaan terhitung sangat lama. Dan ini pertama kalinya aku bekerja dengan Quality Engineer (QA) dan System Analyst (SA). QE mengajukan beberapa perubahan, sedangkan aku sendiri kurang paham dengan cakupan dari pekerjaanku ini. Pada dasarnya, pekerjaanku mencakup banyak hal yang sebenarnya perlu di-breakdown. Dan hal itu menjadi sebuah pembelajaran sendiri untukku. Agar lebih memahami maksud dari pekerjaan tersebut dan menentukan goal sebenarnya.

(Foto: Dok. Alterra)

Di bulan kedua, aku mulai mengerjakan pekerjaan yang lumayan besar menurutku. Halaman baru di Sentinel, hingga halaman biller baru. Dalam mengerjakan pekerjaan itu aku sedikit meniru coding-an biller yang sudah ada. Yang justru malah membuatku kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaan, karena aku menggunakan logika orang lain. Dan hal tersebut jadi pelajaran tersendiri buat aku pribadi.

Di bulan terakhir probation, aku mendapat pekerjaan yang lumayan menantang, task dengan priority 0. Dengan lama pengerjaan satu minggu. Task yang kukerjakan ini kalau menurutku tidak terlalu rumit, tapi fitur yang dibutuhkan sangat banyak. Sehingga waktu pengerjaan banyak habis dalam pengembangan fitur-fitur halaman itu. Sedangkan logika yang dibutuhkan tidak terlalu rumit, pengelolaan data biasa di JavaScript. Ketika mengerjakan pekerjaan tersebut sempat ada beberapa informasi tambahan yang datang di akhir-akhir, jadi sempat membuat aku sakit kepala saat mengerjakannya. Tapi teman-teman Anaconda dengan senang mau membantu aku dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Setelah melalui proses masa probation selama tiga bulan, aku pun dianggap lulus oleh Developer Manager. Akhirnya aku diangkat resmi sebagai pegawai tetap. Petualanganku baru saja dimulai. Aku berharap ke depannya hari-hariku tidak membosankan dan semakin banyak ilmu dan pengalaman yang bisa kudapatkan.

Baca Juga Artikel Alterrans Lainnya

David Boy Tonara

Opportunity for Grow

Mungkin ini alasan utama aku bergabung di Alterra. Rada nekat sih waktu memutuskan gabung di Alterra, punya anak dua, istri satu (jangan kebalik…), dan pekerjaan mapan dekat dengan keluarga besar. Keinginan yang besar untuk berkembang dari sisi pengalaman dan pengetahuan membuat aku memutuskan untuk keluar dari zona nyamanku di Surabaya dan berpetualang di ibu kota […]

Read More

Cerita dari Penulis Pemula

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” – Pramoedya Ananta Toer Kutipan di atas sudah aku kenal, mungkin sejak duduk di bangku perkuliahan. Saat ini di tempat kerja aku bertemu dengan kutipan itu lagi dan mengingatkanku pada niat […]

Read More